PEMIMPIN

Dalam suatu diskusi di pemaparan visi dan misi ketua STAIN Manado tanggal 25 April 2012 ada suatu perumpamaan yang menarik yang diperbincangkan, yaitu tenting apa bedanya dokter dan Doktor. Jawaban bias bermacam-macam, tetapi berhenti dan sepakat para kata diagnosa. Dokter boleh jade hanya mendiagnosa penyakit yang ada dal am tubuh manusia, sehingga objeknya menjadi terbatas para bentuk manusia itu sendiri dan tidak lebih dari itu. Doktor mendiagnosa hal yang lebih luas dari sekedar tubuh, karena yang dilihatnya banyak objek, maka akan banyak pula yang akan diagnose, kemudian di analisa dan diambil suatu kesimpulan untuk memcahkan persoalan itu.
Kata diagnose adalah kata yang tepat untuk segala jenis kegiatan dan perbuatan. Dia adalah langkah pertama untuk menyelesaikan seluruh problematic, kesalahan dal am diagnonasa maka akan membuat salad dal am menanggulangi problematic. Jika dalam ilmu kedoteran itu diakhiri dengan kematian, dalam persoalan politik itu diakhiri dengan kekalahan suara, dalam persoalan sosial kesalahan itu akan mengakibatkan kekacauan atau chaos.
Seorang pemimpin setidaknya memiliki dua kepintaran tadi, yakni kepintaran untuk mendiagnosa dan kepintaran untuk memecahkan masalah terse but. Diagnosa diperlukan untuk melihat persoalan mana yang layak dijadikan persoalan dan persoalan mana yang tidal layak dijadikan persoalan. Terkadang seoang pemimpin menjadikan seluruh basil diagnosanya sebagai persoalan sehingga terlihat pekerjaannya menjadi banyak dan tidak dap at diselesaikan. Kemampuan mendiagnosa juga menghasilkan seorang pemimpin akan mampu membuat urut-urutan prioritas, sehingga tidak semua juga menjadi prioritas. Kemampuan mendiagnosa juga menghasilkan pengetahuan tenting metode apa yang akan digunakan dalam mememecahkan keseluruhan masalah yang melingkarinya.
Kemampuan kedua adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan, ini juga persoalan remit, bisa seorang itu tahu apa yang menjadi masalah setelah di diagnosa, tapi dia tidak mengerti bagaimana memecahkannya. Banyak orang tahu tentang problematika yang dialaminya, tapi ia tidak tahu bagaimana memecahkan problematika tersebut. Di sinilah seorang pemimpin mesti mengerti tentang pentingnya berhubungan dengan alam sekitar. Intraksi kepada alam akan menghasilkan harmonisasi hubungan kita dengan mereka sehingga akan tercipta suatu kenyamanan kerja dan basil yang menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s